Blog / Quran memuat banyak ayat yang tidak pasti

Dengan menyingkirkan huruf hidup bahasa Arab (yang ditambahkan menurut tradisi Muslim oleh Al-Hajjaj) dan menggantikannya dengan huruf hidup bahasa Syro-Aramaik, Luxenberg sanggup menunjukkan banyaknya bagian yang tidak jelas tiba-tiba dapat dipahami dengan sempurna: Ini menunjukkan bahwa ayat-ayat tersebut awalnya ditulis dalam bahasa Syria dan bukan dalam bahasa Arab. Salah-satu konklusinya yang terkenal adalah huris (para perawan bermata putih) yang menantikan orang-orang beriman di firdaus (Quran 44:54; 52:20; 55:72; 56:22) sesungguhnya mengacu kepada “buah anggur putih”. Ini konsisten dengan teks-teks Kristen awal dimana buah anggur diasosiasikan dengan firdaus. Jika Luxenberg benar, maka beberapa martir di Jalan Allah akan sangat terkejut!

 

 

Sebagai tambahan bagi kata-kata yang tidak masuk akal, Quran memuat ayat-ayat yang sangat tidak pasti/tidak jelas; dengan kata lain, kita sama sekali tidak tahu apa artinya. Sudah tentu, para cendekiawan Muslim akan berusaha memberikan penjelasan. Penjelasan-penjelasan ini umumnya bertanggal lebih dari 200 tahun setelah ayat-ayat tersebut ‘diwahyukan’ dan merepresentasikan sebuah upaya yang terlambat untuk menyelamatkan Quran dari tuduhan ketidakjelasan. Kredibilitas penjelasan-penjelasan ini selanjutnya dilemahkan oleh fakta bahwa ada berbagai kemungkinan jawaban yang diberikan.  Banyak diantaranya yang sama-sama eksklusif. Dengan kata lain, jika yang satu benar, maka yang lainnya tidak.

Apakah yang menjadi masalah bila Quran memuat ayat-ayat yang tidak jelas? Sederhananya adalah fakta bahwa semestinya tidak demikian. Quran meyakinkan kita: “Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan terperinci” (Quran 6:114); dan Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui”  (Quran 41:3). Kehadiran ayat-ayat yang tidak jelas ini sangat berkontradiksi dengan jaminan yang meyakinkan tersebut. Berikut adalah beberapa contoh dalam Quran dimana makna ayat-ayat tersebut sangat tidak jelas:

·         Quran 74:30 semata-mata tertulis di atasnya ada sembilan belas”. Itulah keseluruhan ayat tersebut. Konteks besar pembahasan adalah deskripsi tentang neraka. Para pembaca akan langsung dipaksa untuk bertanya. Sembilanbelas apa? Di atas apa? Quran bungkam terhadap pertanyaan-pertanyaan ini. (dalam terjemahan Quran bahasa Indonesia ditambahkan “malaikat penjaga” yang diletakkan di dalam kurung – RED). Sama sekali tidak ada penjelasan yang diberikan. Ini tidak mencegah generasi-generasi cendekiawan Muslim dari menyusun penjelasan mistik dari apa yang semestinya menjadi makna ayat tersebut. Namun demikian, faktanya adalah kita sama sekali tidak mendapatkan jawaban apapun dari teks tersebut.

·         Quran 30:2-5 memuat pernyataan berikut: Telah dikalahkan bangsa Rumawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menangdalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang”.  Pertanyaan-pertanyaan akan langsung menggunung. Bangsa Roma telah dikalahkan siapa? Dimana? Kapan? Mengapa potongan informasi ini adalah kabar baik bagi sekelompok orang yang tinggal jauh dari kekaisaran Roma, di tengah padang gurun Arabia?

·         Quran 111:1-4 memberikan penghukuman kepada Abu-Lahab (bapa dari nyala api), tetapi siapakah dia, dan mengapa ia dan istrinya menerima penghukuman yang sangat berat seperti itu?

·         Quran 113:3 memperingatkan terhadap mereka yang “meniup simpul-simpul” (terjemahan literal). Siapakah orang-orang ini? Mengapa mereka harus ditakuti?

Mustahil menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas tanpa menggunakan sumber-sumber di luar Quran atau terjerumus ke dalam spekulasi-spekulasi mistis yang tidak berujung (yang seringkali dilakukan terhadap ayat berkenaan dengan “yang ke-19” itu). Ternyata seperti itulah kitab yang jelas dimana “segala sesuatunya dijelaskan secara terperinci”!

 

Mungkinkah sebahagian besar dari Quran asal mulanya ditulis dalam bahasa Syro-Aramaik?

Dalam bagian ini, saya telah memprofilkan banyak problem yang berkaitan dengan penafsiran Quran dan fakta ada beberapa kata dan frase dan bahkan keseluruhan ayat yang sama sekali tidak mendukung semua upaya penafsiran. Semua ini membawa kita pada teori yang menggelisahkan namun kredibel, yaitu ada bagian-bagian Quran yang sama sekali tidak ditulis dalam bahasa Arab tetapi dalam”lingua franca” dari Propinsi Roma di Syria dan daerah-daerah perbatasannya. Bahasa Syria ini (atau Syro-Aramaik) sangat luas digunakan baik secara lisan maupun tertulis dalam masa awal Islam dan dapat memberikan kunci untuk membuka makna dari beberapa ayat dalam Quran yang sangat sulit dipahami. Ijinkan saya menjelaskan. Bahasa Arab orisinil Quran ditulis tanpa huruf hidup (hampir mirip dengan bahasa Ibrani modern). Oleh karena itu, kemungkinan besar huruf hidup yang keliru ditambahkan pada sebuah kata, dan mengaburkan makna dari kata tersebut. Sebagai contoh: jika anda memiliki suatu bahasa yang tidak menuliskan huruf hidup, dan anda membaca kata “ct”, huruf hidup yang anda tambahkan, apakah dalam pikiran anda maupun di atas kertas, dapat membuat perbedaan besar. Kata itu dapat menjadi:

·         Cat

·         Cot

·         Cut

Biasanya anda dapat mengatakan huruf hidup mana yang akan digunakan dengan mengambil konteksnya. Bahasa Ibrani modern sekali lagi dapat menjadi contoh yang baik perihal bagaimana ini dilakukan. Namun demikian apa yang terjadi jika anda tidak mengetahui konteks aslinya atau tidak dapat kembali kepada sumber-sumbernya, seperti kasus yang dialami Quran? Pakar linguistik Jerman Christoph Luxenberg, yang mempelajari banyak teka-teki Quran yang sulit dimengerti, percaya bahwa solusinya adalah dengan menyingkirkan huruf hidup bahasa Arab klasik dan menggantikannya dengan bahasa Syria. Tesis beliau dipaparkan secara sistematis dalam bukunya A Syro-Aramaic of the Koran: A Contribution to Decoding the Text of the Koran[1].Dengan menyingkirkan huruf hidup bahasa Arab (yang ditambahkan menurut tradisi Muslim oleh Al-Hajjaj) dan menggantikannya dengan huruf hidup bahasa Syro-Aramaik, Luxenberg sanggup menunjukkan banyaknya bagian yang tidak jelas tiba-tiba dapat dipahami dengan sempurna: Ini menunjukkan bahwa ayat-ayat tersebut awalnya ditulis dalam bahasa Syria dan bukan dalam bahasa Arab. Salah-satu konklusinya yang terkenal adalah huris (para perawan bermata putih) yang menantikan orang-orang beriman di firdaus (Quran 44:54; 52:20; 55:72; 56:22) sesungguhnya mengacu kepada “buah anggur putih”. Ini konsisten dengan teks-teks Kristen awal dimana buah anggur diasosiasikan dengan firdaus. Jika Luxenberg benar, maka beberapa martir di Jalan Allah akan sangat terkejut!



[1] Luxenberg, Cristoph A Syro-Aramaic Reading of the Koran: A Contribution to Decoding the Text of the Quran (Promotheus Books, 2009)


Add a Comment
| 4
Si momad69Aisha
Reply| 21 Apr 2018 15:24:39
Quran memuat banyak ayat yang tidak pasti

Quran memuat ayat-ayat yang sangat tidak pasti/jelas [kata-kata yang tidak masuk akal dan bertentangan]; membuat pembacanya sama sekali tidak tahu apa artinya, tetapi dilain pihak Quran memberi jaminan yang meyakinkan. Dua hal yang sangat bertolangbelakang ini menjamin PENYESATAN sebagai suatu KEPASTIAN dalam Quran:

Ayat-ayat yang menyatakan awloh adalah Pasti Sang Penyesat:
6:39| Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus.

13:27| Orang-orang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya”,

14:4| Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

16:93| Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.

74:31| .... Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.

Awloh adalah Pasti Sang Penyesat artinya awloh adalah pasti sang IBLIS. Siapa lagi yang pasti sebagai sang penyesat, selain IBLIS.
Yang pada akhirnya secara PASTI memasukkan semua muslim ke neraka:

19:71| Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.
romy62
Reply| 18 Apr 2018 13:43:55
MamadsayangAisyah,

yang pasti dua2nya salah.......Mamad and Allah...
MamadsayangAisah
Reply| 17 Apr 2018 10:08:02
@Hampir Mualaf
Bukan Allah yg salah tp si mamad. Dia berceloteh surga. Tp diri sindiri gak yakin.
Hampir Mualaf
Reply| 15 Apr 2018 09:20:01
Yang paling tidak pasti utk umatnya adalah justru yg paling penting. Itulah KEPASTIAN UTK NAIK SURGA!
Tak ada jaminan apapun dr Allah.
Yang ada justru JAMINAN KEPASTIAN masuk NERAKA?
Boro2, maka saya quit ajalah
Fetching more Comments...
↑ Back to Top