Harus Rendah Hati

“Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 14:11)

Ada beberapa macam sikap orang. Pertama, orang yang sombong. Orang ini menganggap diri lebih tinggi dari orang lain dan menghina mereka yang dirasa tidak sama seperti dirinya. Kedua, orang yang minder (rendah diri). Orang seperti ini merasa dirinya selalu lebih rendah dan tidak berharga dari pada orang lain. Orang seperti ini mudah untuk mengasihani diri atau mempersalahkan orang lain. Lalu,bagaimanakah seharusnya kita bersikap?

Elohim mengingatkan kita mengenai sikap rendah hati. Apa itu rendah hati? Rendah hati berbeda dengan rendah diri/minder. Seorang yang rendah hati akan menunjukkan beberapa hal berikut ini:

a.    Tahu diri, yaitu seorang yang memandang dirinya dan orang lain dengan tepat, yaitu sebagai sama-sama manusia ciptaan Tuhan. Karena dia memandang dirinya dengan tepat, dia tidak mencari-cari hormat ketika hadir di keramaian, sekaligus berpikir bahwa ada orang yang mungkin lebih pantas dihormati dari dirinya. Orang seperti ini berbeda sekali dengan para tamu yang hadir di pesta waktu itu, yang berebut tempat terhormat. Bagi orang yang tahu diri, masalah mendapat kehormatan bukanlah segalanya, karena nilai seorang manusia tidak diletakkan pada hal seperti ini.

b.    Tidak membanding-bandingkan dirinya dengan orang lainnya, sehingga mudah jatuh dalam kesombongan atau minder. Membandingkan diri dengan orang lain adalah kecenderungan sifat manusia. namun, seseorang yang rendah hati akan menyadari bahwa dirinya tidak berbeda dengan orang lainnya; karena semua orang percaya telah disatukan di dalam Tuhan Yesus, tidak ada lagi perbedaan kaya-miskin, tua-muda, laki-laki-perempuan, dan sebagainya.

Bersikap rendah hati tidak mudah, karena setiap manusia mempunyai kecenderungan untuk sombong. Ketika kita berkata, kita bukan orang yang sombong, jangan-jangan kita sedang menyombongkan kerendahan hati kita. Karena itu, handaklah kita mawas diri, selalu hidup dalam tuntunan firman Tuhan, terutama dalam menilai dan berelasi dengan orang lain.  


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top