Harta di Sorga

“...setiap orang yang karena Kerajaan Yahweh meninggalkan rumahnya, ...akan menerima kembali lipat ganda..” Lukas 18:29-30

Dalam dunia bisnis banyak cara dan strategi yang dilakukan oleh para pengusaha untuk mendapat keuntungan/laba. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menggunakan apa mereka punyai untuk meraih keuntungan, dengan alasan: mumpung masih produktif/masih ada kesempatan. Hal ini tentu “normal-normal” saja, tetapi hal ini akan menjadi tidak normal, apabila mereka mengabaikan satu hal yaitu:”harta sorgawi yang Kristus sediakan bagi orang-orang milik kepunyaan-Nya. Harta yang kekal bukan yang fana atau sementara. Mengapa?

Sejujurnya, sehebat atau sekaya apapun seseorang, ia tidak akan merasa “puas” akan keberadaan hidupnya, rasanya ada ruang kosong yang sangat membutuhkan “kedamaian atau kesukacitaan” dalam hidupnya. Hal ini  tidak akan dapat bila kita tidak datang kepada Kristus yang adalah Sumber Damai Sejahtera, yang mampu memberikan lebih dari apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita pikirkan. Yang terutama adalah “Carilah Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33). Bagaimana caranya?

Dalam kisah tentang “orang kaya” (Lukas 18:18-27), Tuhan Yesus ingin mengajarkan bahwa manusia perlu datang kepada-Nya, dan siap menjadi murid-Nya. Artinya, Tuhan Yesus adalah sumber kekayaan yang tahu akan kebutuhan anak-anak-Nya. Masakan Tuhan Yesus tidak memberi upah bagi mereka yang mengikut Dia? Janji Yesus kepada pengikut-Nya yang setia, bukan saja upah secara jasmani (pada saat sekarang), tetapi lebih dari pada itu, pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Kristus telah memberikan kunci Kerajaan-Nya kepada pengikut-Nya untuk memperoleh harta sorgawi, yaitu “datang dengan kerendahan hati,” percaya dan mengikut-Nya. Jangan kita seperti orang yang kaya yang lebih mencintai hartanya daripada Tuhan Yesus, kita telah menerima harta sorgawi yang bersifat kekal.

 


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top