Anak Sulung atau Anak Bungsu

“Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu... telah hilang dan di dapat kembali.” Lukas 15: 31-32

 

Salah satu cara Yesus mengajar adalah dengan perumpamaan, yang membuat para pendengar saat ini mengerti apa maksud-Nya. Pada bagian ini Yesus menggambarkan 3 tokoh, yaitu Anak Bungsu, Anak Sulung, dan Bapa.

Anak Bungsu, adalah gambaran orang berdosa yang terbuang secara moral dan sosial. Yang disebut anak bungsu ialah para pelacur, pemungut cukai, yang secara moral mereka melakukan pekerjaan yang mendukakan hati Tuhan dan secara sosial mereka adalah orang yang dipandang rendah karena dosanya.

Anak Sulung, adalah gambaran ahli Taurat dan Farisi yang setia dan taat melakukan hukum Taurat, menganggap diri benar, tapi mereka tidak senang jika ada yang bertobat dan mendapatkan kasih Tuhan. Mereka menganggap orang yang bertobat itu tidak layak mendapatkan pengampunan dan kasih Tuhan. Mereka juga tidak mau menerima teguran Tuhan.

Bapa, adalah gambaran Allah yang mengasihi semua umat manusia, apakah itu golongan “anak bungsu” ataupun “anak sulung.” Kepada sibungsu yang kembali, sang bapa menyambut dengan sukacita. Kepada si sulung, sang bapa juga menyambutnya ketika ia pulang dan tidak mau masuk ke dalam rumah.  Sang bapa berbicara kepada si sulung, agar ia dapat menyadari kesalahannya dan bertobat. Inilah gambaran Allah yang penuh kasih, yang senantiasa rindu agar umat manusia bertobat.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita adalah si bungsu yang hanya memuaskan keinginan dan kesenangan diri, tetapi mendukakan hati Allah? Atau, si sulung, yang telah begitu lama beribadah, melayani Tuhan, merasa diri baik, tapi kita belum benar-benar mengalami Kasih Yesus yang mengubah hidup? Masih ada kesempatan, Tuhan masih membuka pintu agar kita kembali bertobat dan mengalami kasih Tuhan yang begitu besar.


Add a Comment
| 2
Cempluk
Reply| 10 Nov 2014 17:41:36
perumpamaan-perumpamaan yang disampaikan Yesus dalam pengajarannya begitu indah dan menyentuh

bandingkan dengan perumpamaan-perumpamaan dalam qur'an yang begitu bodoh dan lucu, sama sekali tidak mencerminkan perkataan illahi

contoh:
QS:Al-Baqarah | Ayat: 16
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ
Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.

QS:Al-Baqarah | Ayat: 17
مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لَا يُبْصِرُونَ
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.

lalu perumpamaan yang ini:
QS:Al-Baqarah | Ayat: 26
إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,

sungguh perumpamaan idiot, bagi kafir yang telah terbiasa membaca perumpamaan-perumpamaan yang disampaikan Yesus, tentu akan tertawa terbahak-bahak dengan perumpamaan-perumpamaan di atas

lain dari pada itu, sungguh membuktikan bahwa
allah=setan
karena ia menyesatkan manusia yang katanya ciptaannya sendiri

Yesus mengatakan bahwa ia datang untuk orang berdosa
orang sakitlah yang memerlukan dokter
tapi allah justru membinasakan orang sakit
uh..
Damahum
Reply| 10 Nov 2014 11:15:29
Bagaimana kalau anak tunggal aja?
Fetching more Comments...
↑ Back to Top