Ahli Waris

“.... Maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Bapa.” Galatia 4:7

 

Ada cerita menarik dari seorang TKW di Taiwan. Ia sangat setia melayani tuannya yang sakit tua, meskipun sangatlah melelahkan. Akhirnya tuannya meninggal dan pembantu ini sangat sedih karena kehilangan orang tua yang dianggap seperti orang tua sendiri. Apa boleh buat, segala sesuatu ada waktunya, maka pembantu itu harus cari kerja di tempat lainnya. Suatu hari, keluarga merasa kaget ada surat wasiat yang menyebutkan bahwa pembantu itu sebagai ahli waris dari almarhum bapaknya. Setelah menemukan identitas pembantu itu, keluarga kemudian menyerahkan warisan itu kepadanya. Tentu pembantu itu merasa kaget, namun ia senang sekali mendapatkan warisan yang tak terduga. Demikian juga kita akan menerima berbagai berkat dan warisan dalam Kristus Yesus. Kita seharusnya tidak pantas mendapatkannya, karena anugerah Tuhan lah yang memungkinkan kita mendapatkannya.

Pertama, kita disebut anak, bukan hamba lagi. Rencana Bapa adalah membebaskan kita dari perhambaan. Perhatikan Paulus, ia menggunakan istilah anak yang belum akil balig, namun waktunya akan tiba, dan kita akan mengalami akil balig atau kedewasaan. Analogi ini merujuk pada Kristus, sebelum Dia datang kita masih diperhamba, tetapi setelah genap waktunya, Bapa mengutus Anak-Nya, untuk membebaskan kuk perhambaan dalam diri kita, sehingga kita bukan lagi hamba, melainkan anak.

Kedua, jadi ahli waris. Karena kita disebut anak, kita juga adalah ahli waris Kerajaan Bapa. Hubungan anak dan ahli waris sudah menjadi kepastian hukum, artinya legal, baik budaya waktu itu, maupun sekarang. Berarti kita yang sebenarnya bukan merupakan ahli waris secara alamiah, kini telah memperoleh status ke-anak-an hanya karena anugerah dan kasih karunia-Nya. Dengan demikian Roh dari Bapa mematraikan kita menjadi anak dan ahli waris yang sah di hadapan Bapa.

Apa yang mengubah nasib seseorang dari hamba menjadi anak yang berhak menjadi ahli waris? Siapa pun juga, baik orang Yahudi, non Yahudi, akan diangkat menjadi anak dan ahli waris bila berada dalam Kristus Yesus.


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top