Dihajar atau Didiamkan?

“karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang  diakui-Nya sebagai anak”. Ibrani 12:6

Hukuman Tuhan apakah yang paling serius kepada umat Israel? Bukan ketika Tuhan menghajar Israel dengan penyakit, kelaparan, atau menyerahkan Israel kepada bangsa asing. Meski hukuman itu sangat menyakitkan, hal itu bisa kita lihat sebagai ekspresi kasih Tuhan untuk membawa umat-Nya kembali mendekat kepada-Nya. Ibrani 12:6 berkata, “Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

Justru hukuman Tuhan yang paling serius adalah ketika Dia mendiamkan umat-Nya. Jika Tuhan sama sekali tidak berfirman, jika Ia tidak lagi berbicara melalui nabi-nabi-Nya, jika Ia mendiamkan kejahatan yang dilakukan umat-Nya, itu justru hukuman yang paling serius.

Kita telah berbuat dosa sekeji apapun tapi nyatanya hukuman Tuhan tidak menimpa. Kita berbuat dosa, tapi tidak lagi ada kegelisahan di dalam hati kita. Kita berbuat jahat, namun tidak ada lagi firman Tuhan yang memperingatkan atau menegur kita. Hati-hati jika indikasi-indikasi tersebut ada dalam hidup kita. Itu artinya Tuhan mendiamkan kita, dan kalau Tuhan mendiamkan kita, bisa berarti kita tidak lagi dianggap anak, atau dianggap anak-anak gampang (Ibr. 12:8). Contoh sederhana adalah; misalkan anda melihat anak tetangga bersikap kurang ajar, bandel, dan nakalnya luar biasa, akankah anda menghajar anak tetangga tersebut? Tidak, bukan? Bagaimana kalau yang bersikap nakal, bandel, dan kurang ajar tersebut adalah anak anda sendiri? Tentu anda akan menghajarnya demi kebaikan anak anda, bukan?

Hal tersebut diatas mengajarkan dua hal. Pertama, bersyukurlah kalau Tuhan masih “menghajar” kita karena pelanggaran yang kita lakukan, itu artinya kita masih dianggap anak. Kedua, kalau kita baca bagian ini jangan kita mengeraskan hati kita sehingga Tuhan pun akhirnya mendiamkan kita.

 

 

Jika kita masih diajar, itu artinya kita masih diakui sebagai anak.

 

Sumber: Spirit 


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top