Blog / Nabi Muhammad Bukan Seorang Muslim!

Allah dalam Quran mengijinkan Muslim untuk punya isteri lebih dari 4 orang. Apakah Muhammad menjalankan ketentuan ini? Tidak! Mengapa! Karena ia bukanlah seorang Muslim! Ia melanggar ketentuan Allah dalam Quran.

 

Tonton Videonya di SINI

Dan berdasarkan Sahih Bukhari volume 1 hadis no 268, Muhammad menikahi 11 orang wanita. Berapa banyak isteri? Sebelas orang isteri!

Alkitab mengajarkan kepada umat Tuhan agar hanya punya seorang isteri. Memang di Alkitab ada tokoh-tokoh tertentu, misalnya raja, yang punya isteri lebih dari satu. Tetapi Alkitab tegas mengatakan bahwa umat Tuhan seharusnya hanya memiliki seorang isteri. Hal ini berbeda dengan Qur’an, yang memperbolehkan seorang Muslim untuk punya isteri hingga 4 orang.

Tapi meskipun demikian, Muhammad melanggar ketentuan dari Quran … barangkali karena dalam pikirannya ia mengatakan, “Memangnya Allah itu siapa? Mengapa seorang Muslim hanya diijinkan mempunyai 4 orang isteri? Aku mau lebih daripada itu. Atau, barangkali dalam pikirannya Muhammad berkata,”Ah…Qur’an itu bukan apa-apa! Jadi hanya Muhammad sendirilah yang dapat melakukannya, karena dia bukanlah seorang Muslim! Perintah seperti itu hanya diperuntukkan bagi seorang Muslim.

Pada saat yang sama, Allah berkata bahwa seorang suami Muslim harus berlaku adil dan memperhatikan hak-hak isterinya (Quran Sura 4:3).

Tetapi ternyata Muhammad sendiri melanggar perintah ini. Ia tidak menjalankan perintah ini, karena dia bukanlah seorang Muslim. Karena perintah itu hanyalah bagi orang Muslim. Apakah itu? Yaitu untuk mencukupkan kebutuhan isteri.

Muhammad melanggar perintah itu. Dimana anda bisa mendapatkan informasinya? Dalam Bukhari volume 1 hadis 312 yang mengatakan bahwa Aisyah hanya mempunyai sehelai baju, dan saat ia datang bulan (menstruasi), Aisyah biasanya membersihkan bajunya yang terkena noda menstruasi dengan air liurnya.

Lihatlah…hanya Muhammad, seorang non-Muslim yang bisa melakukannya. Saksikanlah! Catatlah! Dan pelajarilah dengan seksama!

 


Add a Comment
| 4
Si momad69Aisha
Reply| 26 Sep 2017 13:30:58
Kita mengenal ada 3 jenis KEBENARAN:
1. Kebenaran manusia yang bersifat relatif (tidak dibahas disini)
2. Kebenaran penghitungan matematika yang bersifat pasti (hanya ada satu jawaban benar)
3. Kebenaran Ilahi yang bersifat MUTLAK (satu-satunya kebenaran dan yang tak mungkin dapat tergantikan)

Mengapa harus kebenaran? Mengapa tidak boleh ketidakbenaran/kesalahan?
Mengapa harus yang sejati/asli? Mengapa tidak boleh yang imitasi atau yang palsu-palsu saja?
Bukankah 1+1=3 atau 1+1=2 tidak berbeda jauh atau hanya beda-beda tipis saja? Lalu mengapa harus terlalu dipersoalkan salah atau benarnya?

Bagi orang-orang BEBAL/IDIOT, antara benar atau salah, antara asli atau palsu, antara bernilai tinggi atau rendahan, antara berkwalitas tinggi atau buruk, memang mereka tidak dapat membedakannya. Semuanya ini terlihat bagi mereka hampir-hampir mirip atau bahkan sama saja. Bagi orang-orang bebal/rendahan seperti ini, yang terpenting bukan persoalan benar, asli, bernilai tinggi atau berkwalitas baik, melainkan kebutuhan nafsu suka-sukanya sendiri (nafsu kebinatangannyalah) yang terpenting atau nomor satu/mutlak? Kalau nafsu kebinatangan mereka terpuaskan, mereka katakan alḥamdulillāh! Contoh: pas nafsu syawat tak terkendali, Muhammad izinkan kawin 4 istri (mereka bahkan tidak peduli, walaupun sebenarnya Muhammad memiliki 11 istri), pas nafsu syawat ingin bersenggama dengan anak gadis 6 atau 9 tahun, Muhammad mengizinkannya, dan seterusnya.

Mungkin kita tidak terlalu memperhatikan, ketika membangun sebuah rumah, anda bisa menyuruh tukang bangunan yang tidak pernah lulus SD untuk mendirikannya. Walau tanpa perhtungan sedikitpun, karena tukang yang tidak pernah lulus SD memang tidak mampu menghitung, toh rumah tersebut dapat berdiri juga. Namun masalahnya akan menjadi lain sama sekali, bila anda membangun sebuah jembatan atau membangun sebuah gedung pencakar langit, kesalahan penghitungan yang meleset sedikit saja, akan menimbulkan masalah besar dikemudian hari. Disini diperlukan akurasi (KEBENARAN) penghitungan oleh seorang ahli yang tidak boleh meleset atau kita terpaksa harus menanggung konsekuensi besar dikemudian hari. Orang pintar/bijaksana sangat paham akan hal ini.

bersambung ke halaman 2...
Si momad69Aisha
Reply| 26 Sep 2017 13:30:55
sambungan dari halaman 1...

Kalau akurasi kebenaran penghitungan seorang ahli saja tidak boleh meleset atau penting, apalagi Kebenaran Ilahi yang bersifat MUTLAK, yaitu satu-satunya kebenaran dan yang tak mungkin dapat tergantikan oleh apapun juga.

Apa itu KEBENARAN MUTLAK?
KEBENARAN MUTLAK adalah sesuatu yang datang dari dalam diri-Nya sendiri yang adalah KEBENARAN, Ia mulia dan sempurna. KEMULIAAN DAN KESEMPURNAANNYA MENGATASI LANGIT DAN SEGALA ISINYA. DIA tidak membutuhkan awal dan juga akhir, sebab DIA-lah yang awal (Alfa) dan DIA-lah yang akhir (Omega). DIA (KEBENARAN) adalah KEKAL adanya dan dari DIA-lah (KEBENARAN) segala sesuatu terjadi dan dijadikan. Tanpa DIA (Sang Kebenaran Sejati ini) tidak ada sesuatu apapun ada dan dapat terjadi. DIA (KEBENARAN) sama sekali tidak membutuhkan pengakuan siapapun, termasuk muslim untuk menjadikan DIA BENAR.
KEBENARAN MUTLAK ini tidak boleh kita langgar (kalau tidak mau cari mati) dan harus kita mutlakkan, tanpa syarat/alasan apapun.

Lalu siapakah DIA, Sang Kebenaran itu?
Dia adalah Firman yang kita kenal dalam nama Yesus Kristus, yaitu Sang LOGOS (Reason/Pikiran atau Perkataan Allah). Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya (oleh Firman-Nya).

Perhatikan Semesta Alam yang diciptakan oleh Sang Firman (Yesus Kristus), adakah terjadi kesalahan penghitungan? Bila ada terjadi kesalahan, tentu sudah sejak semula lenyap dan tidak pernah ada satupun manusia yang dapat SEMPAT-SEMPATNYA menyaksikan semua kebesaran-Nya ini; dan tentu juga, semua benda-benda langit sejak semulanya sudah saling kacau-balau (runyam) satu sama lainnya. Mana mungkin Sang Kebenaran ini (Firman/Logos ini) akan melanggar/melawan diri-Nya sendiri, yang adalah KEBENARAN itu sendiri. KEBENARAN tidak pernah melawan KEBENARAN itu sendiri, bila demikian tentu akan terjadi KEKACAUAN BESAR. Tetapi KEBENARAN adalah tetap selama-lamanya KEBENARAN dan tidak mungkin ada kekacauan dalam-Nya. Sebab IA MULIA dan SEMPURNA. Dia Mulia, Sebab DIA-lah PENCIPTA yang mencipta dari ketiadaan menjadi ADA, dengan segala KESEMPURNAAN & KEBENARANNYA.

bersambung ke halaman 3...
Si momad69Aisha
Reply| 26 Sep 2017 13:30:51
sambungan dari halaman 2...
Firman/KEBENARAN-INI memiliki KUASA-YANG-HIDUP, yang BEKERJA-DAN-MENGATUR segala sesuatunya dalam SUATU-SISTIM-KETERATURAN-SEMPURNA-YANG-DIA-TETAPKAN-SENDIRI-DALAM-KEDAULATANNYA,YANG-BERASAL-DARI-DALAM-DIRINYA-YANG-SEMPURNA-BENAR. Dia terlampau SEMPURNA-KEBENARANNYA, sehingga Dia tidak akan mungkin melawan diri-Nya sendri. Satu-satunya yang tidak mungkin bagi Allah/Yesus-Kristus adalah melawan dirinya sendiri atau tidak-konsisten. Dan satu-satunya oknum yang paling mungkin melawan diri Allah adalah IBLIS, sebab hanya IBLIS saja yang sejak semulanya melawan Allah.

Bedakan dengan KETIDAKBENARAN. Dalam ketidakbenaran ada kekacauan, ketidakkonsistenan, kontradiksi atau melawan perkataannya sendiri.
Disini saya akan memberikan beberapa contoh kekacauan/ketidakbenaran/ketidakberesan Muhammad.

Kalau memang benar Muhammad itu adalah KEBENARAN/KETERATURAN dan bukanKEKACAUAN/PERUSUH:
1). Mengapa dirinya sendiri(Muhammad)DIBENARKAN beristri11orang,tetapi muslim yang di bawah kepemimpinannya atau yang dia perintahkan untuk bersuri tauladankan pada dirinya,HANYAdiaBENARKANberistri 4orang saja?
(Wong 2orang istri saja sudah kacau balau kok, bagaimana 4istri, terlebih 11istri, bisa runyam alias lebih buruk lagi kekacauan akan yang terjadi dalam dunia muslim)
==>pakailah sedikit otak kalian, kalau mau BODOHjuga jangan sampai kelewatan bodohnya,GOBLOK!
2). Mengapa Muhammad, memperkosa Safiyah, istri Kinana, dihari kepala Kinana dan semua keluarga Safiyah digorok Muhammad
==>dimana HATI-NURANIkalian? Apakah kalian juga adalah orang-orang yang tidak bermoral seperti Muhammad?
3). Mengapa ketika Muhammad terangsang libidonya(nafsu kebinatangannya)melihat tubuh molek Zainab ½telanjang, istriZaid, anak angkatnya, dia(Muhammad)justru mengambilnya(Zainab,anak menantunya sendiri)menjadi istrinya?
==>Apakah yang seperti ini kalian mau bilang sebagai KETERATURAN ISLAMI/KETERATURAN Muhammad?
4). Mengapa Muhammad suka melakukan seranganPERAMPOKANdan menggunakan perang sebagai alasan?
==>Bukankah semua ini hanya demi kepentingan diri/kelompoknya sendiri dan ia(Muhammad)sama sekali tidak mempedulikan kekacauan,kerusakan,kerugian dan bahkan kematian pada pihak lain? AlangkahBOBROKNYAorang ini! Alias TIDAK PUNYA MORAL!

Muhammad itu adalah SIMBOL KEKACAUAN/PERUSUH.Dia tidak memilikiNILAI-KEBENARAN,dan dia hanya sekedar seorang PEJAHAT-BERMORAL-BEJAT, yang mencari-cari alasan(dalam-nama-awloh)untuk pembenaran KETIDAKBERESAN YANG ADA DALAM DIRINYA SENDIRI. Dia(Muhammad)pakai nama awloh/AGAMA sebagai alasan untuk melakukan semua kejahatannya,demi keuntungan/kepentingannya sendiri.
Maka dari itu dia(Muhammad)adalah orang pertama yang langsung melanggar semua ketetapan/peraturan yang dibuatnya sendiri,kalau tidak menguntungan kepentingan dirinya.
Apakah kalian masih memerlukan KEBODOHAN YANG LEBIH BESAR LAGI?
Si momad69Aisha
Reply| 21 Sep 2017 12:56:47
Nabi Muhammad Bukan Seorang Muslim! Benarkah?

Seorang guru sesat mengajarkan 1+1=3
Para murid bodoh percaya pada ajarannya 1+1=3
Para murid cerdas menganggap itu ajaran bullshit!

Pertanyaan berikut ini silahkan kalian jawab sendiri!:
Apakah guru sesat itu PERCAYA PADA AJARANNYA SENDIRI, bahwa 1+1=3?
(Demikian pula Muhammad, DIA NONSENSE MENTAATI AJARANNYA SENDIRI, karena dialah yang paling tahu tentang kejujurannya sendiri).

Tetapi yang aneh sebagian dari murid bodoh di atas (para fanatical 1+1=3), akan marah besar dan ingin membunuh orang-orang yang menyatakan kebenaran bahwa 1+1=2.

Walaupun para fanatik radikal (teroris) ini ingin membunuh, saya tetap berkata bahwa 1+1≠3, melainkan yang benar adalah 1+1=2.

Kaum radikal gila (teroris) ini berpikir, bila ia sudah berhasil membunuh maka dia telah menolong awloh dan dengan sendiri 1+1=3 menjadi benar! Ini adalah KEBODOHAN MEREKA YANG LUAR BIASA!

Sejak kapan 1+1=2 itu adalah kebenaran?
Jawab: 1+1=2 adalah kebenaran yang tidak pernah berawal, dia (1+1=2) sudah benar sejak dari KEBENARAN (KEKEKALAN).

Sampai kapan 1+1=2 adalah tetap sebagai kebenaran?
Jawab: 1+1=2 adalah kebenaran sampai selama-lama (SAMPAI PADA KEKEKALAN).

Adakah kebenaran lainnya dari 1+1=2, misalnya =3, atau =4, atau =5 atau lainnya?
Jawab: 1+1=2 adalah satu-satunya kebenaran dari 1+1=2 dan tidak ada yang benar selain jawaban 1+1=2.
Jadi KEBENARAN itu HANYA ADA SATU SAJA!
Tidak mungkin KEBENARAN itu ada lebih dari satu, apalagi yang saling bertolak belakang!
Fetching more Comments...
↑ Back to Top