Blog / Fatwakan boleh pukul istri, majelis ulama Pakistan dikecam

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita)... Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka."

(Quran sura An Nisaa 4:34)

 

Merdeka.com - Para aktivis dan sejumlah media Pakistan mengecam keputusan Dewan Ideologi ISlam (CII) yang berfatwa membolehkan para suami memukul istri.

Sehari sebelumnya CII merilis rancangan undang-undang yang isinya membolehkan para suami memukul istri mereka.

"Seorang suami dibolehkan memukul istri mereka jika dia menolak perintah suaminya dan menolak berpakaian sesuai keinginan suami atau menolak diajak berhubungan badan tanpa ada alasan," demikian bunyi rancangan undang-undang itu.

Rancangan aturan itu juga dikecam oleh Komisi Hak Asasi Pakistan yang mengatakan draft itu konyol dan menyerukan lembaga CII dibubarkan.

"Tidak bisa dimengerti, mengapa masih banyak saja orang yang ingin melakukan kekerasan terhadap perempuan," kata pernyataan HRCP.

"Lembaga ini harusnya dibubarkan. Lebih baik lagi dimusnahkan," kata seorang pengguna media sosial Twitter.

Walau masih berupa rekomendasi, sejumlah pegiat perempuan mengecamnya. Salah seorang penulis perempuan mengatakan aturan itu mungkin 'sempurna untuk Arab pada abad ke-7 tapi bukan zaman sekarang'.

Rancangan CII setebal 163 halaman tersebut juga mencakup sejumlah larangan untuk perempuan, antara lain larangan pendidikan campur pria dan wanita setelah sekolah dasar, tidak boleh ikut menyambut kedatangan delegasi asing, dan tidak ikut perang.

Beranggotakan 20 ulama, CII memberikan saran-saran kepada parlemen terkait hukum Islam namun parlemen tidak terikat untuk menerimanya.

 


Add a Comment
| 3
Si momad69Aisha
Reply| 30 Sep 2017 20:09:57
"Tidak bisa dimengerti, mengapa masih banyak saja orang yang ingin melakukan kekerasan terhadap perempuan," kata pernyataan HRCP.

Lho.. ini lagi ketidakpahaman akan ISLAM!

Tuduhan keji ini tiada gunanya. Ia hanyalah angin lalu dan lalat busuk yang akan pergi sendiri setelah nyatanya kebenaran!!
Islam itu sangat Menjunjung Tinggi Harkat dan Martabat Wanita.

Jika ingin melakukan studi secara seksama dari lembaran-lembaran Al-Qur’an (khususnya Quran sura An Nisaa 4:34), maka akan didapati pengaturan maha hebat dalam memuliakan kaum wanita. Sehingga haram hukumnya seseorang menuduh bahwa Islam telah menzhalimi wanita. Bahkan para wanita belum pernah dimuliakan dalam sejarah bangsa kafir sebagaimana ia dimuliakan oleh Islam.

Ini menunjukkan bahwa Islam dari dulu sudah mendorong para suami, sang penanggung jawab keluarga, agar mereka memukul istrinya dengan kekerasan demi mendidik keluarganya, agar mereka selamat di dunia dan akhirat dari neraka.

Perhatikanlah keindahan Islam dalam memuliakan para wanita, yaitu pukul saja mereka demi al-quran. Semua ini membantah segala tuduhan keji dan opini busuk bahwa Islam merendahkan para wanita.

Allah memerintahkan memukul wanita, sebagaimana halnya pria agar menundukkan pandangannya dari semua perkara yang haram dilihat demi menjaga dan memuliakan wanita.

Beberapa contah suri tauladan rosulullah dalam memuliakan wanita:
1. Muhammad mengangkat harkat dan martabat Aisha menjadi “ibu orang-orang Mukmin”, dengan jalan dinikahi di atas kertas saat berumur 6 tahun dan di atas ranjang saat berumur 9 tahun.
2. Muhammad juga mengangkat martabat Safiyah, istri Kinana, dengan jalan langsung memperkosa+memperistrinya pada hari kepala Kinana dan semua keluarga Safiyah digorok Muhammad.
3. Yang lebih hebat lagi, Muhammad juga mengangkat martabat Zainab, istri Zaid, anak angkatnya, menjadi istrinya.

Mau apalagi coba kalian semua?
Apa sih yang kurang dengan Islam, dalam hal Menjunjung Tinggi Harkat dan Martabat Wanita!

Sebaiknya kalian para kafir, jangan bicara dulu sebelum berfikir!
Si momad69Aisha
Reply| 30 Sep 2017 19:05:58
"Lembaga ini harusnya dibubarkan. Lebih baik lagi dimusnahkan," kata seorang pengguna media sosial Twitter.

Lho.. maksudnya ini sebenarnya apa toh?
Dengan DIBUBARKANNYA SAJA LEMBAGA INI, artinya lembaganya sudah musnah, bukan? Lalu apa yang dimaksudkan dengan kalimatnya: Lebih baik lagi dimusnahkan?
Apakah maksudnya, ke 20 ulama yang menjadi anggota Dewan Ideologi Islam (CII) yang membuat fatwa tersebut YANG HARUS DIMUSNAHKAN?
Wow.. kok jadi sadis ya?

Mengapa bukan al-qurannya saja yang dimusnahkan? Biar tuntas dan tidak muncul lagi hal-hal/fatwa-fatwa aneh dan nyeleneh seperti ini!

Tapi kalau awloh swt tentu tak perlu dimusnahkan! Sebab figure satu ini adalah ketiadaan alias fiksi/nihil!
Si momad69Aisha
Reply| 29 Sep 2017 13:39:26
Saya Tidak Boleh Tetap Diam!
Kecaman para aktivis Pakistan di atas, jelas-jelas merupakan PENGHINAAN BESAR terhadap OTORITAS KItab Suci Al-quran!

Para aktivis Pakistan baik dari:
1. kalangan Komisi Hak Asasi Pakistan,
2. para pegiat perempuan dan
3. sejumlah media Pakistan
ternyata MEMILIKI OTORITAS LEBIH TINGGI (LEBIH MULIA) ketimbang rosulullah, sebab mereka berani melakukan KECAMAN KERAS terhadap keputusan Dewan Ideologi Islam (CII), yang beranggotakan 20 ulama Islam, atas fatwa mereka yang membolehkan para suami memukul istri.
Apakah Quran sura An Nisaa 4:34 bukan ayat suci Islam?

Hai muslimin dimana otak kalian?
Mengapa kalian membiarkan kecaman seperti ini terjadi?

Dimana awloh ku akbar?
Fetching more Comments...
↑ Back to Top