Blog / ISIS Klaim Penembak Brutal Las Vegas Sudah Masuk Islam

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis beberapa jam setelah penembakan, kelompok militan ini menyampaikan, penembakan massal tersebut dilakukan oleh seorang 'tentara' kekhalifahan dan dilakukan sebagai tanggapan atas seruan untuk menargetkan negara koaliasi.

Melalui pernyataan itu, ISIS mengklaim Paddock yang telah berganti nama menjadi Abu Abd al-Barr al-Amriki, melakukan aksinya sebagai jawaban atas seruan yang dilancarkan oleh pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

 

Militan ISIS mengklaim serangan penembakan brutal yang terjadi di Las Vegas. ISIS mengatakan, Stephen Paddock, pelaku penembakan tersebut telah masuk Islam beberapa bulan yang lalu.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis beberapa jam setelah penembakan, kelompok militan ini menyampaikan, penembakan massal tersebut dilakukan oleh seorang 'tentara' kekhalifahan dan dilakukan sebagai tanggapan atas seruan untuk menargetkan negara koaliasi.

Melalui pernyataan itu, ISIS mengklaim Paddock yang telah berganti nama menjadi Abu Abd al-Barr al-Amriki, melakukan aksinya sebagai jawaban atas seruan yang dilancarkan oleh pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

Diberitakan oleh Telegraph, 3 Oktober 2017,  pejabat AS mengatakan mereka telah memeriksa klaim tersebut dan belum menemukan bukti yang menghubungkan pelaku penembakan dengan kelompok teroris ISIS.

Stephen Paddock menembaki warga AS yang sedang memadati gelaran konser di lapangan terbuka di Las Vegas, Minggu malam, 1 Oktober, atau Senin waktu Indonesia. Dari lantai 32 hotel Mandalay Bay, Stephen Paddock diduga menggunakan senapan mesin otomatis melontarkan peluru tajam. Akibat aksinya, 59 orang tewas dan lebih dari 500 orang luka-luka.

Pelaku dikenal sebagai mantan akuntan yang kaya raya. Saat ini ia tinggal di sebuah wilayah yang tenang di pinggiran kota Nevada. Kerabat pelaku, menggambarkan Paddock sebagai seorang pria biasa. Dia hanya menikmati masa pensiunnya untuk menikmati iklim yang kering di Nevada atau bermain judi di kasino Las Vegas.

"Kami tidak mengerti apa yang terjadi," kata Eric Paddock, salah satu kerabatnya. Menurutnya, mendengar kabar bahwa saudaranya menjadi pelaku penembakan adalah sesuatu yang sangat mengejutkan.

Eric Paddock mengatakan, saudaranya adalah seorang multijutawan yang menghasilkan banyak uang untuk investasi di bidang real estat. Dia mengatakan kepada wartawan pada hari Senin di Orlando bahwa saudaranya juga seorang akuntan selama bertahun-tahun. "Dia sama sekali bukan pria pemalas. Fakta bahwa dia memiliki senjata semacam itu, di mana dia mendapatkannya? Dia tidak memiliki latar belakang militer atau semacamnya," ujarnya.

Polisi mengatakan, Stephen Paddock ditemukan tewas di kamar hotel tempat ia melakukan aksinya. Polisi menduga pria tersebut menembak dirinya sendiri. Dari kamar hotel dan rumahnya, polisi menemukan puluhan senjata berbagai jenis.

 

 


Add a Comment
| 1
Si momad69Aisha
Reply| 04 Oct 2017 14:59:25
Tidak ada yang bisa saya komentari mengenai kejadian di atas, selain menggeleng.
Namun satu hal yang saya yakini adalah OTAK Stephen Paddock SAKIT, dan HAL YANG TIDAK KURANG SAKIT LAGI adalah Militan ISIS mengklaim bahwa Penembak Brutal tersebut Sudah Masuk Islam beberapa bulan yang lalu, walaupun sejujurnya secara pribadi saya tidak meyakini akan kebenaran klaim ISIS tersebut.

Sungguh sulit dipahami dunia dari ORANG-ORANG SAKIT OTAK seperti ini!
Fetching more Comments...
↑ Back to Top