Blog / Mekkah Sama Sekali Absen Dari Catatan Arkeologis Kuno

Kota apapun yang penting dan berukuran seperti Mekkah semestinya meninggalkan jejak, tetapi sama sekali tidak ada petunjuk apapun akan eksistensi kota Mekkah hingga lebih dari seabad setelah perkiraan masa hidup sang nabi.


Masjid Dome of Rock - didirikan oleh Bani Umayyad dari tahun 688-691 AD. Umat Muslim percaya Nabi mereka naik ke surga (untuk menerima perintah sholat) dari masjid ini pada tahun 621 AD, atau sekitar 70 tahun sebelum masjid ini berdiri. LOL

 

Mekkah sama sekali absen dari catatan arkeologis kuno. Temuan yang paling mengejutkan ketika catatan arkeologis Islam mula-mula diuji (sekalipun semestinya anda tidak terkejut jika anda membaca bagian-bagian terdahulu) adalah betapa absennya bukti arkeologis apapun yang mendukung eksistensi sebuah kota yang disebut Mekkah di wilayah dimana Muhammad tinggal.

Kota apapun yang penting dan berukuran seperti Mekkah semestinya meninggalkan jejak, tetapi sama sekali tidak ada petunjuk apapun akan eksistensi Mekkah hingga lebih dari seabad setelah perkiraan masa hidup sang nabi. Kurangnya bukti arkeologis menjadi semakin jelas jika anda memerhatikan ada beberapa kota di jazirah Arab yang memberikan bukti arkeologis yang jelas akan asal muasal kuno mereka. (Ini termasuk Qaryat al-Faw, Al-Ukhdud, Mada’in Salih dan Al-Shuwayhatiyah). Mengapa kota-kota yang relatif lebih kecil ini dilaporkan dengan baik dalam catatan arkeologis tetapi yang dianggap sebagai ‘Ibu dari semua kota’ sejak jaman Adam hampir dapat dipastikan tidak eksis sama sekali selama masa hidup Muhammad?

 

Kiblat mesjid mula-mula tidak mengarah ke Mekkah. Salah satu fakta mendasar yang diketahui banyak orang mengenai Islam adalah orang Muslim bersembahyang sambil menghadap ke arah Mekkah. Orang Muslim percaya ini telah dimandatkan dalam Quran dimana Allah menginstruksikan orang-orang beriman untuk bersembahyang ke arah “mesjid sakral” (Masjidil Haram – Red) (bdk. Quran 2:142-145[1]). Oleh karena pernyataan ini ada di dalam Quran, maka kita dapat berasumsi bahwa semua mesjid yang dibangun selama masa-masa penaklukkan oleh Islam telah memiliki kiblat (arah sembahyang) yang mengarah ke Mekkah dimana diperkirakan mesjid sakral tersebut berada. Masalahnya, dari perspektif islami, itu bukanlah yang menjadi problem. Empat mesjid tertua yang telah diekskavasi ada d

  • Baghdad (didirikan pada tahun 700-an M)
  • Wasit (didirikan pada tahun 702 M)
  • Kufa (diperkirakan didirikan pada tahun 670 M)
  • Fustat (sekarang bagian dari Kairo, didirikan pada tahun 714-715 M)

Tidak satupun dari mesjid-mesjid ini yang mengarah ke tengah padang gurun Arabia. Yang lebih membingungkan adalah arah sembahyang mesjid-mesjid ini tidak acak namun seakan bersama-sama terarah ke suatu titik di utara Arabia hanya sedikit di bawah Palestina. Oleh karena itu, nampaknya fokus kesalehan islami pada tahun-tahun awal adalah ratusan mil jauhnya dari lokasi Mekkah modern (suatu tempat yang tidak memiliki bukti arkeologis kontemporer).

 

Inskripsi-inskripsi terawal yang berkaitan dengan penaklukkan Arab berkontradiksi dengan catatan Islam tradisional.Catatan Islam tradisional menyatakan bahwa Islam muncul sepenuhnya dari padang gurun Arabia untuk memulai penaklukkan-penaklukkan yang kemudian membuat Islam menjadi terkenal. Orang Muslim berkeras bahwa hingga kematian Muhammad pada tahun 632 M, semua fitur esensial agama Islam sudah berada pada posisinya. Lebih jauh lagi mereka mengklaim bahwa orang-orang Arab ditaklukkan dengan Syahadat (“Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah) di bibir mereka saat mereka berusaha mendirikan kelompok-kelompok masyarakat yang didominasi Islam kemanapun mereka pergi. Namun demikian, ketika artifak-artifak dan inskripsi-inskripsi arkeologis yang berkaitan dengan penaklukkan-penaklukkan Arab sejak pertengahan abad ke-7 dan selanjutnya diuji, yang dipandang sebagai natur islami dari penaklukkan-penaklukkan ini dapat langsung dipertanyakan. Perhatikanlah gambaran yang diberikan oleh potongan-potongan bukti arkeologis berikut ini yang berkaitan dengan tahun-tahun awal penaklukkan Arab:

  • Orang Muslim percaya bahwa Muhammad diteruskan oleh beberapa “Khalif” (harafiah berarti “penerus”). Yang pertama dari para pemimpin ini yang secara definitif muncul dalam catatan arkeologis yang dapat ditelusuri adalah Muawiyah, pemimpin pertama dari kekhalifahan Umayyad yang bertindak sebagai Khalif dari tahun 661-680 M. Satu-satunya masalah, setidaknya dari perspektif seorang Muslim, adalah Muawiyah sama sekali tidak dipresentasikan sebagai seorang pemimpin Muslim. Sebuah inskripsi di sebuah bendungan dekat Ta’if (Arab Saudi modern) dibangun sekitar tahun 678 M hanya menyebutnya “Komandan orang-orang beriman”. Sama sekali tidak disebutkan soal Mekkah, Muhammad maupun Quran. Ini sangat mengejutkan sehubungan dengan keteguhan pengakuan iman islami pada semua inskripsi resmi.
  • Pada tahun 688 M, sebuah jembatan kanal dibangun di Fustat (dekat Kairo modern). Inskripsi tersebut menyatakan bahwa jembatan tersebut dibangun dibawah pengarahan Abd Al-Aziz ibn Marwan sang emir, atau penguasa Mesir. Sekali lagi sama sekali tidak disebutkan perihal Islam, Muhammad atau Quran.
  • Inskripsi lainnya yang berkaitan dengan Muawiyah adalah dedikasi yang ditempatkan pada sebuah tempat pemandian di Gadara. Ini diperkirakan bertanggal 662 M. Inskripsi ini hanya menggambarkan Muawiyah sebagai “Komandan orang-orang beriman”. Sekali lagi, tidak ada referensi mengenai Muhammad, Quran atau Islam. Melainkan lebih kepada penaklukkan Arab (bukan “penaklukkan Islam”). Yang lebih mengejutkan dari semua ini adalah fakta bahwa inskripsi ini diawali dengan tanda salib! Setidaknya hal ini mengejutkan sehubungan dengan penolakan Islam di kemudian hari terhadap salib.

Contoh-contoh di atas menyatakan bahwa pada pertengahan tahun 600-an Masehi memang ada penaklukkan Arab. Yang dipertanyakan adalah apakah ini adalah “penaklukkan oleh orang Muslim secara spesifik”? Sama sekali tidak ada apapun dalam inskripsi-inskripsi terawal ini yang mendukung keyakinan tersebut. Harus ditekankan bahwa inskripsi-inskripsi tersebut tidak berdiri saling berdampingan sehingga mengafirmasi sebuah pemahaman yang lebih bersifat Islam tradisional mengenai tahun-tahun pertama penaklukkan Arab. Untuk memperjelas hal ini, sama sekali tidak ada apapun dalam catatan arkeologis terawal setelah penaklukkan Arab yang mendukung interpretasi orang Muslim mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi, yaitu penaklukkan yang secara erat diasosiasikan dengan agama yang berkembang secara penuh yang disebut Islam.

 

Bukti Numismatik: koin-koin masa penaklukkan Arab. Para sejarawan memandang koin-koin sebagai jenis bukti yang paling dapat dipercayai sehubungan dengan penyebaran suatu ideologi atau kelompok pemerintahan. Ini karena koin-koin hampir selalu diproduksi oleh pihak berwenang. Pemerintah seringkali menggunakan koin-koin semacam ini untuk membuat klaim legitmasi dan untuk menentukan dasar pemerintahan mereka. Jika penaklukkan-penaklukkan Arab adalah natur Muslim, maka kita dapat berharap koin-koin yang diproduksi para penakluk Arab memuat inskripsi-inskripsi yang memproklamirkan Islam dan nabinya sebagai dasar pemerintahan Arab. Namun sama sekali tidak ada. Orang-orang yang mencari afirmasi pandangan islami mengenai sejarah akan segera kecewa ketika koin-koin penaklukkan Arab dipelajari:

  • Koin-koin terawal yang berkaitan dengan penaklukkan Arab (diperkirakan berasal dari tahun 550-570 M) hanya memuat formula “Dalam nama Allah” (Bismillah). Sama sekali tidak memuat bagian kedua dari Syahadat yang berbunyi “Muhammad adalah Rasul Allah”. Oleh karena itu kita dapat sangat yakin meragukan monoteisme para penakluk Arab. Penyebutan spesifik apapun mengenai Islam atau Muhammad sama sekali absen.
  • Ada satu koin yang sangat signifikan dan mungkin mengacu kepada Muhammad. Kemungkinan besar dikeluarkan sekitar tahun 650 M. Implikasi koin ini meresahkan, setidaknya bagi orang-orang Muslim yang saleh dan pandangan mereka mengenai penaklukkan-penaklukkan Arab. Koin ini menggambarkan figur seorang manusia dengan mahkota dan salib. Huruf-huruh “MUH” (dalam bahasa Arab) juga tertera pada koin tersebut. Huruf-huruf ini dengan jelas dapat diperpanjang menjadi “Muhammad”. Dalam berbagai hal ini sangat menarik. Pertama, penggambaran Muhammad jelas merupakan suatu anathema bagi orang Muslim yang bertakwa, namun jika ini benar adalah Muhammad, nampaknya para penguasa Muslim mula-mula tidak bermasalah memunculkannya pada koin. Yang lebih mengejutkan adalah kemunculan salib. Quran secara tegas mengingkari penyaliban Yesus Kristus, oleh karena itu tanda salib dipandang sebagai sebuah ekspresi penghujatan. Faktanya, sejarah Islam dipenuhi dengan peristiwa-peristiwa pengrusakan dan penghancuran salib. Namun disini kita melihat sebuah salib dengan jaya tertera pada sebuah koin yang dikeluarkan oleh para penakluk Arab. Ada dua kemungkinan penjelasan akan hal ini:

a.   Agama dari para penakluk Arab ini boleh jadi adalah monoteisme kosong yang memberi ruang untuk mengagungkan salib. Jika demikian halnya, maka agama ini sama sekali tidak sama dengan agama Islam yang telah berkembang secara penuh.

b. Figur pada koin tersebut sama sekali bukanlah Muhammad, melainkan Yesus Kristus. Nama Muhammad dapat merupakan sebuah gelar yang berarti “Yang Terpuji”, yang dalam kasus ini sangat mungkin diberikan kepada Yesus.

Tidak satupun opsi ini berkaitan dengan pandangan ortodoks mengenai sejarah Islam oleh karena keduanya menempatkan salib sebagai pusat dalam teologi para penakluk Arab. Konsep semacam ini secara langsung berkontradiksi dengan Quran 4:157[2]yang secara tegas menyatakan bahwa Yesus tidak disalib.

Bukti yang dicatat dalam bagian ini mengenai arkeologi yang berhubungan dengan Islam mula-mula sangat meresahkan pemahaman tradisional perihal asal mula Islam. Bukan hanya kita berhadapan dengan suatu ketiadaan komplet dari bukti-bukti yang mendukung eksistensi Mekkah, kita juga diperhadapkan dengan artifak-artifak arkeologis yang gagal memuat penyebutan apapun mengenai Muhammad, Islam atau Quran. Hanya dengan pembangunan “Dome of Rock” di Yerusalem barulah ada semacam teologi Islam tradisional yang masuk ke dalam catatan arkeologis. “Dome of the Rock” dibangun pada tahun 691 M, hampir 60 tahun setelah kematian Muhammad. Sebelumnya, yang ada hanya monoteisme non islami yang kabur sebagai bukti agama yang dianut para penakluk Arab. Oleh karena itu, sangat dimungkinkan membangun kasus yang sangat kuat perihal teologi islami yang muncul di kemudian hari, ditelusuri balik ke periode yang lebih awal mulai dari tahun 690-an Masehi dan selanjutnya.

Bila keberatan arkeologis terhadap versi tradisional sejarah Islam tidaklah cukup meresahkan, banyak sumber-sumber dokumenter yang juga dapat dikutip secara definitif menyanggah ide bahwa Islam muncul dengan bentuk sempurna dari jazirah Arab pada tahun 630-an Masehi. Kini kita akan memerhatikan bukti dokumenter tersebut.



[1] 142. Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus"

143. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihanagar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

145. Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu -kalau begitu- termasuk golongan orang-orang yang zalim. (Qs Al Baqarah 2:142-145)

[2] 157. dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

 

 


Add a Comment
| 22
Si momad69Aisha
Reply| 18 Apr 2018 15:40:10
@Muhammad Abu Bakar
Kamu muslim payah...! Betul-betul payah!
Mentang-mentang sudah dianggat derajatmu oleh BABI menjadi HAJI, sekarang kau lupa akan kulitmu bahwa kau tetap saja muslim! Mana pembelaanmu terhadap kaum muslimin?

Silahkan kamu bantah KESIMPULAN ini:
MUSLIM ADALAH MAKHLUK PALING HARAM, KECUALI HAJI YANG SUDAH di vaksinasi dengan vaksin meningitis yang MENGANDUNG ENZIM BABI.
MamadsayangAisah
Reply| 17 Apr 2018 10:05:26
@Muhammad Abu Bakar
Mari berdebat sehat.
Mencantumkan ayat sertakan isinya.
Jangan bukin malu ah.
Jadilah Mujahideen cerdas
JANGAN GITU AH
Reply| 15 Apr 2018 22:43:33
http://nabataea.net/MeccaProblems.html
JANGAN GITU AH
Reply| 15 Apr 2018 22:05:53
https://aayatbak.wordpress.com/category/uncategorized/islam/history-of-islam/
JANGAN GITU AH
Reply| 15 Apr 2018 21:55:56
aayatbak.wordpress.com
Si momad69Aisha
Reply| 10 Apr 2018 16:34:03
@Muhammad Abu Bakar
Hai bro... ente itu sudah naik haji ya? Sampe ente tidak merasa perlu membela muslim yang belum naik haji? Atau barangkali ente malah sudah naik hajjah?
JANGAN GITU AH
Reply| 08 Apr 2018 16:05:06
@Muhammad Abu Bakar
Kepada kresteners kafir Laknatullah !
Sayang sekali kalian kresteners kafir Laknatullah MENOLAK nabi allah muhammad sebagai nabi ilah allah ilahnya kota mekkah ilah sembahan kaum arabquraisy (arabqurawa??????) PADAHAL BIBBEL KALIAN SENDIRI ADA MENULIS TENTANG nabi muhammad dalam kitab Ulangan pasal 13 ayat 1 sampai ayat 18 serta wahyu 20 ayat 10 dan wahyu 13 ayat 11 sampai ayat 18 .

JGA
Kamu ngerti gak arti berfantasi? Ya, seperti itu yang kamu katakan di atas...?
JANGAN GITU AH
Reply| 08 Apr 2018 16:01:11
@Muhammad Abu Bakar

eh..datang lagi nih orang mabok. mabok kok sampai berhari-hari gak sembuh??
levi
Reply| 04 Apr 2018 00:09:51
@Muhammad Abu Bakar Reply| 30 Mar 2018 22:51:01
PADAHAL BIBBEL KALIAN SENDIRI ADA MENULIS TENTANG nabi muhammad dalam kitab Ulangan pasal 13 ayat 1 sampai ayat 18 serta wahyu 20 ayat 10 dan wahyu 13 ayat 11 sampai ayat 18

Respond:
1. @Muhammad Abu Bakar kamu terbukti tolol, babi dan kera lebih pintar dari kamu.
2. Ulangan 13 menyuruh menolak nabi palsu muhammad, Wahyu 20 mengatakan muhammad si nabi palsu akan dilempar ke lautan api
3. Wahyu 13 bukan muhammad, krn muhammad tidak pernah menurunkan api dan belerang di depam mata semua orang.
4. bagaimana rasanya lebih tolol dari babi dan kera?


Lampiran:
Kutipan:
A. Ulangan 13:1-3(sisanya kamu google aja)
13:1 Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat,
13:2 dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya,
13:3 maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.

B. Wahyu 20:10
20:10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

C. Wahyu 13 : 13-14 (lainnya kamu google aja)
13:13 Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
13:14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
Si momad69Aisha
Reply| 03 Apr 2018 18:38:33
@Muhammad Abu Bakar
Sebenarnya kamu itu BUTA, BODOH atau TAK PUNYA OTAKNYA?
Saya minta kamu untuk membantah KESIMPULAN ini:
MUSLIM ADALAH MAKHLUK PALING HARAM, KECUALI HAJI YANG SUDAH di vaksinasi dengan vaksin meningitis yang MENGANDUNG ENZIM BABI.

Mana bantahanmu? GOBLOK!
Muhammad Abu Bakar
Reply| 30 Mar 2018 22:51:01
Kepada kresteners kafir Laknatullah !
Sayang sekali kalian kresteners kafir Laknatullah MENOLAK nabi allah muhammad sebagai nabi ilah allah ilahnya kota mekkah ilah sembahan kaum arabquraisy (arabqurawa??????) PADAHAL BIBBEL KALIAN SENDIRI ADA MENULIS TENTANG nabi muhammad dalam kitab Ulangan pasal 13 ayat 1 sampai ayat 18 serta wahyu 20 ayat 10 dan wahyu 13 ayat 11 sampai ayat 18 .
Saat kresteners kafir Laknatullah membaca ayat ayat suci diatas dalam kitab mereka tersebut Maka Pastilah Mereka kaum kresteners kafir Laknatullah Akan Dengan Malu-Malu Kucing MENGAKUI BAHWA nabi ilah allah muhammad ilah kaum arabquraisy (arabqurawa??????) sudah disebutkan dan tertulis dalm kitab suci mereka sendiri
Si momad69Aisha
Reply| 23 Mar 2018 20:56:18
@Muhammad Abu Bakar
Bro... dapatkah anda membantah KESIMPULAN ini:
MUSLIM ADALAH MAKHLUK PALING HARAM, KECUALI HAJI YANG SUDAH di vaksinasi dengan vaksin meningitis yang MENGANDUNG ENZIM BABI.
Si momad69Aisha
Reply| 23 Mar 2018 12:26:44
@JANGAN GITU AH
Menurut saya ocehan Muhammad Abu Bakar tak ubahnya celoteh Muhammad SAW saat mengalami kejang-kejang kesurupan pada saat-saat turunnya ayat-ayat suci al-quran.
Jadi keistimewaan islam justru terletak pada kemampuan meracau sambil kejang-kejang kesurupan tanpu minum alkohol. Maka dari itu Islam itu anti alkohol.

Contoh: FPI melakukan "SWIPING [menyikat/merampas/mencuri] eh sorry "SWEEPING [pembersihan]" kios-kios pedagang eceran minuman. Dan merampas berkrat-krat beer untuk di bawah pulang ke rumah para bandit... eh sorry untuk di bawah pulang ke rumah para jihadist FPI.
JANGAN GITU AH
Reply| 22 Mar 2018 23:01:15
@Muhammad Abu Bakar
kalau minum ciu kebanyakan kamu mabok gak karuan. bicaramu meracau. sulit membedakan apa kamu lagi kerasukan iblis atau setan.?
Si momad69Aisha
Reply| 22 Mar 2018 13:43:22
Menurut bro levi

FAKTA:
Muslim naik haji di vaksinasi dengan vaksin meningitis yang MENGANDUNG ENZIM BABI

KLAIM bro Muhammad Abu Bakar:
Muslim mulia kaum termulia di muka bumi ini yang direstui Tuhan.

KITAB SUCI ISLAM:
BABI adalah BINATANG PALING HARAM

Pertanyaan:
Mana YANG LEBIH MULIA, PARA HAJI atau muslim yang BELUM NAIK HAJI?

Jawab:
Muslim yang sudah menjalankan ibadah haji [muslim yang telah di vaksinasi dengan vaksin meningitis yang MENGANDUNG ENZIM BABI] tentu LEBIH MULIA dibandingkan dengan muslim yang BELUM NAIK HAJI.

Artinya:
1. BABI MAMPU MENGANGKAT TINGKAT KEMULIAAN MUSLIM
2. BABI memiliki KEMULIAAN yang LEBIH TINGGI KETIMBANG MUSLIM YANG BELUM di vaksinasi dengan vaksin meningitis yang MENGANDUNG ENZIM BABI.
3. KALAU KITAB SUCI ISLAM MENGATAKAN BABI adalah BINATANG PALING HARAM, MAKA MUSLIM LEBIH HARAM dari BABI.

KESIMPULAN:
MUSLIM ADALAH MAKHLUK PALING HARAM, KECUALI HAJI YANG SUDAH di vaksinasi dengan vaksin meningitis yang MENGANDUNG ENZIM BABI.
Si momad69Aisha
Reply| 19 Mar 2018 22:54:08
Pencerahan Muhammad Abu Bakar, sangatlah Islamoholic, sebuah Kecanduan Murni Tipikal Standar Islamiah.
noname
Reply| 19 Mar 2018 08:04:40
@Muhammad Abu Bakar
kalap om ya, padahal kalo diselidiki lebih lanjut mungkin om ini bisa mendapat hidayah dan menemukan kebenaran.
kebenaran memerdekakanmu,
nabimu dapat wahyu di gua hira nan gelap, di cekik pula padahal semua malaikat Tuhan selalu datang membawa damai,
muhamad mempertanyakan sumber pewahyuannya sampai mau bunuh diri,
ini mengartikan bahwa sumber pewahyuan muhamad dari kegelapan.
ini untuk keselamatan anda dan keluarga juga, coba lakukan pencarian dan pakai akal sehat, mungkin andalah yang najis dan masuk neraka karena menyembah berhala mekah yang najis.
semua ritual haji sholat adalah dari pagan quraish karena abraham tidak melakukan ritual penyembahan pagan, ingat itu.
levi
Reply| 19 Mar 2018 01:35:26
Muhammad Abu Bakar Reply| 16 Mar 2018 20:39:56

1. muslim mulia? bagaimana bisa? sedangkan untuk naik haji saja harus trima vaksin meningitis yang jelas mengandung enzim babi.
2. ketika sudah tercemar enzim haram babi, maka kemuliaan muslim sama dengan babi.
3. lihatlah, cuma dengan enzim babi kamu saya buktikan tolol
Anton
Reply| 18 Mar 2018 23:55:53
@Muhammad Abu Bakar
Kamu ini asal ngoceh. Jelas yg tolol maupun laknatullah itu orang2 islam.
Alquran saja mengakui kebenaran Tritunggal.
Muhammad Abu Bakar
Reply| 16 Mar 2018 20:39:56
Bagi saya yang bukan profesor TOLOLgia macam kalian gerombolan babi-kera kriSetan romanajis kafirun dan HANYA seorang hamba ALLAH (SWT) seorang muslim sejati yang berusaha meneladani Teladan Baginda Rosulullah Muhammad SAW bahwa dagangan kalian kaum kafirun Laknatullah mengenai GAMA (KACAU) KriSetan kalian dengan bungkus label kasih gamanya gerombolan penjajah kera roma monyet najis ibarat kalian menawarkan Dadah bahkan tahi dibungkus dengan label bungkus coklat kasihnajismu itu barang haram najis kepada kami ummat muslim mulia.Mau Muntah saya dengan dagangan gama najis krisetan musyrik syirik mu itu yang menyembah tiga makhluk kera tritunggal najis buatan gerombolan penjajah kera-babi romanajismu itu !
Jawaban saya sederhana saja sebagai kaum muslim mulia kaum termulia di muka bumi ini yang direstui Tuhan kami ALLAH bahwa semua arkeolog krisetan najismu itu melakukan KONSPIRASI LICIK ATAU PERSEKONGKOLAN LICIK UNTUK MEMARJINALKAN MENYISIHKAN MEMINGGIRKAN KAMI UMMAT MUSLIM MULIA MACAM HOAX (DUSTA BESAR) PENDARATAN DI MOON ITU PADAHAL ASLINYA HANYA REKAYASA STUDIO HOLLYWOODNAJIS LAKNATULLAH
Fetching more Comments...
↑ Back to Top