Blog / Bobot Teologis Apa Yang Dimiliki Ayat-Ayat Kekerasan Dalam Quran?

 

Keselamatan dapat diperoleh melalui berperang bagi Allah: Dalam salah satu hadith yang sangat disukai para pejuang jihad modern, Muhammad menyatakan: ”Ketahuilah bahwa firdaus ada di bawah bayang-bayang pedang” (Sahih Bukhari 52:73)

Beberapa pembaca mungkin akan berpikir bahwa ayat-ayat kekerasan dalam Quran hanyalah relik historis yang tidak memiliki peran apapun dalam perkembangan Islam. Tidak ada yang dapat menjauh dari kebenaran! Oleh para teolog Muslim ortodoks, aspek pengajaran Quran ini dipandang fundamental bagi pemahaman iman mereka. Berikut ini ada dua alasan utama untuk hal tersebut, yaitu:

a) Ayat-ayat kekerasan semuanya adalah (ayat-ayat) “baru”, dan

b) Prioritas kekerasan demi Allah dikonfirmasi dalam banyak hadith yang sahih.

Ayat-ayat kekerasan mengabrogasi ayat-ayat damai dan bukan sebaliknya. Referensi telah diberikan sehubungan dengan fakta bahwa ayat-ayat kekerasan dalam Quran secara umum diwahyukan setelah ayat-ayat damai. Alasan yang tepat untuk ini adalah Muhammad harus berbicara dalam bahasa damai saat ia masih merupakan pemimpin dari kelompok minoritas di Mekkah. Pergerakan kecilnya tidak memiliki kekuatan untuk melakukan perlawanan militer terhadap orang-orang pagan Mekkah, oleh karena itu seruan damai dan toleransinya dapat dibaca pihak mayoritas yang berkuasa untuk hidup berdampingan dengan damai dengan kelompok minoritas Muslim yang lemah. Segera setelah Muhammad mendapatkan kontrol atas kekuatan militer ketika ia hijrah ke Medinah, maka retorikanya mulai berubah. Kini ayat-ayat kekerasan mulai muncul dengan cepat dan banyak saat Muhammad mulai meluncurkan pasukannya untuk menaklukkan dan berperang dalam nama Allah. Kronologi ini sangat signifikan sehubungan dengan apa yang disebut sebagai “hukum abrogasi”:

Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan ya