Blog / Christian Prince: Siapakah Roh Kudus Dalam Islam?

Allah tak mungkin memiliki anak kecuali ia berhubungan seks dengan seorang wanita sehingga wanita itu mengandung dan melahirkan anak. Tetapi Qur’an juga memberitahu kita bahwa Maria adalah seorang perawan ketika ia hamil dan melahirkan Yesus (atau disebut Isa dalam Qur’an)

Siapa yang berbicara kepada Maria?

Sebagaimana yang telah saya perlihatkan pada anda dalam Qur’an 6:101

بَدِيعُالسَّمَاوَاتِوَالأرْضِأَنَّىيَكُونُلَهُوَلَدٌوَلَمْتَكُنْلَهُصَاحِبَةٌوَخَلَقَكُلَّشَيْءٍوَهُوَبِكُلِّشَيْءٍعَلِيمٌ

“Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.”

 

Allah tak mungkin memiliki anak kecuali ia berhubungan seks dengan seorang wanita sehingga wanita itu mengandung dan melahirkan anak. Tetapi Qur’an juga memberitahu kita bahwa Maria adalah seorang perawan ketika ia hamil dan melahirkan Yesus (atau disebut Isa dalam Qur’an).

Qur’an 3:47 memberitahu kita:

 قَالَتْرَبِّأَنَّىيَكُونُلِيوَلَدٌوَلَمْيَمْسَسْنِيبَشَرٌقَالَكَذَلِكِاللَّهُيَخْلُقُمَايَشَاءُإِذَاقَضَىأَمْرًافَإِنَّمَايَقُولُلَهُكُنْفَيَكُونُ

“Maryam berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.”

Mengenai ayat ini, orang Muslim akan memberitahu anda bahwa dia adalah malaikat Gabriel atau Jibril, yang sedang berbicara kepada Maria. (Ingat bahwa kita tidak sedang membahas kisah yang sama dengan yang ada dalam Alkitab. Kita mengikuti kisah yang dicatat dalam Qur’an. Jangan mencampur-adukkan). Muslim juga akan mengatakan kepada anda bahwa Maria sesungguhnya berbicara dengan Roh Kudus yang tampak kepadanya dalam wujud malaikat Jibril. Apa yang tidak mereka beritahukan kepada anda adalah bahwa Qur’an tak pernah menamai sosok yang berbicara kepada Maria itu sebagai malaikat Jibril.

Sekarang mari kita mengulas ayat 47 dengan hati hati:

Maryam berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.”

 

Ayat ini kembali membuktikan kepada kita bahwa Qur’an itu hanyalah hasil karangan manusia.

Perhatikan yang berikut ini:

·      Maria menyebut Roh Kudus (yang tampak kepadanya dalam wujud seorang pria (lihat Qur’an 19:17) “Tuhanku” (RABY), tetapi ia memberitahukan kepadanya bahwa ia hanyalah seorang utusan, bukan Tuhan (lihat Qur’an 19:19)

·      Selama Maria menyebut Roh Kudus dengan sebutan “Tuhanku” dalam Qur’an 3:47 dan berasumsi bahwa dia adalah Allah, mengapa ia berbicara tentang dirinya dalam bentuk orang ketiga – yaitu, mengapa ia berkata,”Demikianlah Allah menciptakan,” dan bukan berkata “Demikianlah Aku menciptakan”?

·      Maria membuat kesalahan dengan menyebut Roh Kudus “Tuhanku”, atau apakah ia sesungguhnya adalah Allah? Demikian juga, tak ada indikasi apapun bahwa sosok yang berbicara kepada Maria adalah maikat Jibril (Gabriel) itu sendiri, dan tak ada satupun petunjuk dalam Qur’an bahwa Jibril adalah Roh Kudus.

Dalam Qur’an 3:45 kita membaca:

“(Ingatlah), ketika para malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),”

Perhatikan bahwa dalam ayat ini dikatakan “malaikat berkata”, tetapi dalam Qur’an 19:16 satu roh menjadi seorang laki-laki sempurna! Karena itu ada kesalahan yang jelas, karena jika malaikat itu adalah satu malaikat, dan dia adalah Roh Kudus, dan dia adalah sosok yang membawa berita itu, dan ia berbicara sebagai seorang manusia, kalau begitu bagaimana mungkin dalam Qur’an 3:45 semua malaikat berbicara? Apakah mereka semua adalah Roh Kudus juga?

Hal ini berarti bahwa Roh Kudus adalah roh-roh kudus. Namun demikian, hal ini berkontradiksi dengan kisah lainnya dari pengumuman yang diberikan, yang bisa kita temukan dalam Qur’an 19:17

فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا

“Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.”

 

·      Sebagaimana yang kita lihat, satu roh berubah menjadi satu sosok pria/manusia. Namun demikian, orang Muslim mengklaim bahwa Roh Kudus adalah satu pribadi dan ia adalah malaikat Jibril.

·      Kebanyakan Muslim menerjemahkan kata kata roh menjadi “malaikat”. Hal ini tidak tepat dan merupakan terjemahan yang keliru.

·      Perhatikan bahwa Roh Kudus disebut Tuhan oleh Maryam, tetapi pada saat yang sama Roh Kudus berbicara tentang dirinya sendiri sebagai utusan Tuhan. Roh Kudus berbicara dalam Qur’an 19:19:

 

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لأهَبَ لَكِ غُلامًا زَكِيًّا

“Ia (jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.”

 

Bagaimana bahwa bahkan dalam Qur’an, Roh Kudus tak mungkin sama dengan malaikat Jibril? Untuk menemukan jawabannya, kita bisa membaca dalam Qur’an 16:2

Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: "Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.

·      Allah akan mengutus para malaikat bersama dengan Roh. Hal ini berarti para malaikat bukanlah Roh.

·      Orang Muslim mencoba menafsirkan kata Ruh, sebagai pewahyuan, dan ini adalah sebuah dusta yang memalukan.

·      Terjemahan Muhammad Picktall memperlihatkan kebenaran tentang Qur’an 16:2

“Dia menurunkan para malaikat dengan Ruh dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: "Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku”.

Ada bukti lebih jauh dalam Qur’an 26:192-193

“Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin

·         Sekali lagi, Allah tidak mengatakan bahwa bahwa Qur’an dibawa turun oleh Jibril. Ia hanya sebuah kata? Mengapa Allah tidak membuatnya jelas jika ia adalah malaikat?

 

Quran 70:4,

Malaikat-malaikat dan roh naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun”

·      Jika para malaikat adalah roh, mengapa Allah mengatakan para malaikat DAN Roh itu naik kepadaNya?

Quran 78:38 berkata:

“Pada hari, ketika ruhdan para malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.”

·      Sekali lagi, Allah berkata bahwa mereka (ruh dan para malaikat) akan berdiri berdekat-dekatan (bershaf-shaf). Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya orang-orang Muslim kebingungan. Saya tidak mempersalahkan mereka. Jika nabi mereka sendiri tidak memiliki jawaban, bagaimana mereka bisa memiliki jawabannya?

 

Mengapa Allah tidak berkata sebagaimana yang dicatat dalam Alkitab, dengan kata-kata yang jelas sebagaimana dicatat dalam Lukas 1:19?

“Dan sambil menanggapi, malaikat itu berkata kepadanya, “Akulah Gabriel, yang berdiri di hadapan Tuhan, dan aku telah diutus untuk berbicara kepadamu dan menyampaikan kabar baik ini kepadamu.”

 

Sangat lucu bahwa ada banyak ayat dalam Qur’an, seperti di Qur’an 7:52 yang mengklaim bahwa Qur’an itu adalah sebuah buku yang sangat jelas.

 

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

Pada saat yang sama, Qur’an dengan jelas mengatakan di Sura 3:7 bahwa Qur’an memiliki 2 bagian. Bagian pertama jelas, sementara bagian kedua bukan hanya kabur, tetapi juga mengindikasikan bahwa tak seorang pun kecuali Allah yang tahu artinya, “tetapi tak ada seorang pun yang tahu arti sebenarnya dari Qur’an kecuali Allah sendiri.”


Add a Comment
No comments yet
↑ Back to Top